Saturday, October 15, 2011

INDUKTOR

Sebuah induktor atau reaktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (kebanyakan berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry. Biasanya sebuah induktor adalah sebuah kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan, lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat di dalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus bolak-balik.
Sebuah induktor ideal memiliki induktansi, tetapi tanpa resistansi atau kapasitansi, dan tidak memboroskan daya. Sebuah induktor pada kenyataanya merupakan gabungan dari induktansi, beberapa resistansi karena resistivitas kawat, dan beberapa kapasitansi. Pada suatu frekuensi, induktor dapat menjadi sirkuit resonansi karena kapasitas parasitnya. Selain memboroskan daya pada resistansi kawat, induktor berinti magnet juga memboroskan daya di dalam inti karena efek histeresis, dan pada arus tinggi mungkin mengalami nonlinearitas karena penjenuhan.

A. Jenis Induktor

Ada 3 jenis induktor yang sering digunakan dalam dunia elektronika, antara lain:
  •  Induktor teras udara (air core)
                     adalah induktor yang tidak mempunyai pusat inti atau induktornya hanya melingkar saja seperti pegas.
  • Induktor teras feromagnetik (ferromagnetic core)
                      adalah induktor yang mempunyai inti logam yang bersifat feromagnetik (dapat ditarik oleh magnet dengan kuat). contoh dari logam feromagnetik adalah Besi, Baja, dan alniko (aluminium, nikel, dan kobalt yang disatukan).
  • Induktor teras ferrite (ferrite core)
                      adalah induktor yang mempunyai inti ferrite. biasanya terdapat di papan rangkaian radio untuk menerima gelombang radio. 
  B. Bentuk Fisik Induktor

Induktor Teras Udara
Induktor Teras Feromagnetik
Induktor Teras Ferrite

C. Simbol Induktor





Thursday, October 13, 2011

IC (INTEGRATED CIRCUIT)

IC Adalah rangkaian elektronik lengkap yang dimasukan dalam satu chip silicon. Di dalam satu buah IC bisa berisi puluhan, ratusan, bahkan ribuan komponen elektronika (transistor, resistor, dioda, kapasitor, dll) yang bersama-sama sebagai pengantar listrik yang bekerjanya disesuaikan dengan fungsi dari IC itu sendiri.
Teknik pembuatan IC sama dengan pembuatan transistor, karena IC memang perkembangan dari transistor. IC dapat diklasifikasikan menurut apliksasinya, yaitu IC digital dan IC analog. Di dalam IC digital terdapat rangkaian jenis saklar (on/off), sedangkan IC analog berisi rangkaian jenis penguatan.

a. jenis IC
berikut jenis IC dari segi bentuk dan fungsinya dalam peralatan elektronika.
  1. IC op-amp
    Disebut juga amplifier oprasional. IC ini merupakan IC analog, penguatan pada op-amp merupakan penguatan sangat tinggi, sehingga perubahan kecil pada input akan mengakibatkan perubahan yang besar pada output.perubahan ini disebabkan adanya kepekaan terhaadap inputan, sehingga diperlukan umpan balik untuk mengurangi level kepekaan. Ada dua jenis umpan balik, yaitu umpan balik positif dan umpan balik negatif. Umpan balik negatif berfungsi untuk mengurangi penguatan, sedangkan umpan balik positif digunakan untuk meningkatkan penguatan.
  2. IC power adaptor (regulator)
    IC ini digunakan sebagai komponen utama rangkaian power adaptor pada sub rangkaian regulator. Fungsi dari IC jenis ini adalah untuk menstabilka tegangan/voltase.
  3. IC silinder
    Bentuk IC jenis ini adalah silinder dan banyak digunakan pada rangkaian penguat pesawat CB(Citizen Band) atau HT(Held Tranceived). IC jenis ini mempunyai tingkat ketahanan dan keawetan lebih lama dari pada jenis IC penguat yang lain.
  4. IC timer 555
    adalah jenis IC yang digunakan untuk penunda waktu dan oscilator. Penerapan IC sebagai oscilator adalah dengan membangkitkan sinyal yang diperlukan untuk mengoprasikan rangkaian digital. Pada rangkaian IC timer 555 yang difungsikan sebagai pewaktu, yaitu penentuan waktu oleh besarnya nilai tahanan dan kondensator, dihitung dengan rumus s = 1,1 x R x C .Pada rangkaian IC555 sebagai oscilator, rangkaian tersebut akan menghasilkan pulsa yang terus menerus dan dalam beroprasinya tidak diperlukan sinyal input. Adapun bentuk sinyal yang dihasilkan berbentuk pulsa segi empat yang frekuensinya berkisar antara 1Hz – 100Hz. 

    5. IC Digital 
    IC digital merupakan IC yang mulai banyak digunakan dalam elektronika. IC jenis ini memiliki suatu titik elektronis yang berupa kaki IC. IC jenis ini mempunyai 2 keadaan logika, yaitu logika '0' (rendah) atau logika '1' (tinggi). Suatu titik elektronis mewakili satu 'binary digit' atau biasa disingkat dengan sebutan 'bit'. Binary berarti sitem bilangan yang hanya mengenal dua angka, 0 dan 1.


b. simbol IC
Simbol IC op-amp
Simbol IC Timer 555
  c. Bentuk Fisik IC
IC Bersusun
IC digital

Saturday, September 17, 2011

TRANSISTOR


       Transistor adalah komponen semikonduktor yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier. Rangkaian analog melingkupi pengeras suara,sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikan rupa sehingga berfungsi sbagai logic gate, memori, dan komponen-komponen lainya.
  1. Jenis transistor menurut susunan kakinya
    Ada 2 jenis transistor berdasarkan arus inputnya (BJT) dan tegangan inputnya (FET). Berikut ulasan 2 jenis transistor tersebut:
  1. BJT (Bipolar Junction Transistor)
Transistor jenis ini merupakan transistor yang mempunyai dua dioda, terminal positif atau negatifnya berdempet, sehingga ada 3 terminal. Ketiga terminal tersebut adalah Emiter (E), Kolektor (C), Basis (B). Perubahan arus listrik dalam jumlah kecil pada terminal basis dapat menghasilkan perubahan arus listrik dalam jumlah besar pada terminal kolektor. Prinsip inilah yang mendasari penggunaan transistor sebagai penguat elektronik.
  1. FET (Field Effect Transistor)
Transistor FET dibagi menjadi 2 macam, yaitu junction FET (JFET) dan Insulated Gate FET (IGFET) atau juga dikenal sebagai Metal Oxide Silicon (atau semiconductor) FET (MOSFET). Berbeda dengan IGFET, terminal gate dalam JFET membentuk sebuah dioda dengan kanal (materi semikonduktor antara Source dan Drain). Dari sisi fungsi, hal ini membuat N_channel JFET menjadi sebuah versi solid-state dari tabung vakum, yang juga membentuk sebuah dioda antara grid dan katode.
  1. Jenis transistor menurut jenis kutub kakinya
Ada 2 jenis transistor menurut kutubnya yaitu :
  1. NPN (Negativ-Positif-Negativ)
  2. PNP (Positif-Negativ-Positif )

    >> Simblo transistor
    Simbol Transistor BJT

    Simbol Transistor JFET

    >>Bentuk Transistor

    Berbagai Bentuk Transistor
    salah satu transistor FET
    salah satu jenis transistor BJT
    >>Menguji Transistor Jenis NPN
    • Arahkan saklar ke posisi Ωx100;
    • hubungkan pencolok hitam pada Basis dan merah pada Kolektor, jarum harus menyimpang ke kanan. bila pencolok merah dipindah ke Emitor, jarum harus ke kanan lagi. Hubungkan pencolok merah pada Basis dan pencolok hitam pada Kolektor, jarum seharusnya tidak menyimpang, dan jika pencolok hitam di pindah ke Emitor, jarum juga harus tidak menyimpang;
    • Arahkan saklar pada 1k;
    • Hubungkan pencolok hitam pada Kolektor dan merah pada Emitor, jarum harus sedikit menyimpang ke kanan. Jika dibalik, jarum harus tidak menyimpang. Jika salah satu peristiwa itu tidak terjadi, kemungkinan transistor rusak.

    >>Menguji Transistor Jenis PNP
    • Arahkan saklar ke posisi Ωx100;
    • hubungkan pencolok merah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus menyimpang ke kanan. bila pencolok merah dipindah ke Emitor, jarum harus ke kanan lagi. Hubungkan pencolok merah pada Basis dan pencolok hitam pada Kolektor, jarum seharusnya tidak menyimpang, dan jika pencolok hitam di pindah ke Emitor, jarum juga harus tidak menyimpang;
    • Cara di atas juga dapat digunakan untuk mengetahui mana kaki B / C / E suatu transistor;
    • Arahkan Ke VDC untuk memperkirakan bahan transistor. pengujian dapat dilakukan pada kaki basis dan emitor, jika voltase yang dhasilkan 0,2V, kemungkinan dari bahan germanium. Jika nilai voltase 0,6V, kemungkinan dari bahan silicon.
     
    >>Menguji Transistor Jenis FET
    • Arahkan saklar ke posisi Ωx100
    • Hubungkan pencolok hitam pada Source dan merah pada Gate. JIka jarum menyimpang, jenis FET adalah kanal P dan jika tidak, FET adalah kanal N.
    • arahkan saklar pada x1k atau x10k, potensio harus minimum dan resistansi harus kecil. Jika potensio diputar ke kanan, resistansi harus tak terhingga. Jika peristiwa ini tidak terjadi, kemungkinan FET rusak.